Pemberkatan Gereja Stasi Yohanes Pembaptis Pinairuk: Perayaan Iman yang Menguatkan, dan peninjauan Infrastruktur

06 May 2026 | 721 Dibaca

HUMAS PROKOPIM, MENTAWAI – Bupati Kepulauan Mentawai yang diwakili oleh Asisten Administrasi Umum, Motishoki Hura, S.E., M.A.P., menghadiri kegiatan pemberkatan Gereja Stasi Yohanes Pembaptis Pinairuk yang berlangsung di Desa Saumanganya, Kecamatan Pagai Utara, Senin (4/5).

Dalam sambutannya, Asisten Administrasi Umum menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Bupati karena agenda lain yang tidak dapat ditinggalkan. Ia juga menyampaikan apresiasi atas undangan yang diberikan serta ucapan selamat atas peresmian gereja tersebut.

“Kami dari Pemerintah Daerah mengucapkan terima kasih atas undangannya dan selamat atas peresmian Gereja Stasi Yohanes Pembaptis Pinairuk. Semoga kehadiran gereja ini dapat memberikan manfaat besar bagi jemaat dan semakin memperkuat iman umat,” ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan DPRD Kepulauan Mentawai, yakni Nelsen Sakerebau, S.Th., M.M. dan Isar Taileleu, S.PAK, bersama Camat Pagai Utara, Camat Pagai Selatan, serta Kepala Desa Saumanganya. Kehadiran berbagai unsur ini mencerminkan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan masyarakat.

Suasana penuh sukacita dan rasa syukur menyelimuti umat Katolik dalam perayaan tersebut. Pemberkatan gereja dirangkaikan dengan penerimaan Sakramen Krisma bagi puluhan umat, yang semakin menambah kekhidmatan acara. Prosesi pemberkatan yang dipimpin oleh Uskup berlangsung dengan lancar dan diikuti secara antusias oleh seluruh jemaat.

Momentum ini tidak hanya menjadi perayaan iman, tetapi juga mempererat kebersamaan umat di wilayah tersebut.

Melalui kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai ajang menyerap aspirasi masyarakat. Usai rangkaian ibadah, rombongan bersama para pejabat melakukan peninjauan ke Jalan Manganjo yang merupakan akses vital bagi warga setempat.

Dari hasil peninjauan, diketahui bahwa kondisi jalan tersebut mengalami kerusakan cukup serius dengan panjang kurang lebih satu kilometer. Kondisi ini dinilai berdampak langsung terhadap mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Peninjauan tersebut disambut positif oleh warga Desa Saumanganya. Mereka berharap kehadiran pemerintah daerah dan legislatif dapat mendorong percepatan koordinasi dengan dinas terkait, sehingga perbaikan jalan segera direalisasikan.

Momentum pemberkatan gereja ini pun menjadi semakin bermakna, tidak hanya sebagai penguatan nilai-nilai spiritual, tetapi juga sebagai titik awal harapan baru bagi peningkatan infrastruktur demi kesejahteraan masyarakat. (yy,bs)


Share