Bupati Mentawai Lantik Pj Kepala Desa Matotonan dan Madobag, Tekankan Pelestarian Budaya dan Kehati-hatian Kelola Dana Desa

24 August 2026 | 104 Dibaca

HUMAS PROKOPIM, MENTAWAI — Bupati Kepulauan Mentawai Dr. Rinto Wardana, S.H., M.H. melantik dan mengambil sumpah/janji Penjabat (Pj.) Kepala Desa Matotonan dan Pj. Kepala Desa Madobag, Kecamatan Siberut Selatan, Rabu (20/8). Pelantikan tersebut dilakukan untuk memastikan penyelenggaraan pemerintahan desa tetap berjalan efektif serta pelayanan kepada masyarakat terus terlaksana.

Pejabat yang dilantik yakni Elmelius Sabaggalet, S.Sos. sebagai Pj. Kepala Desa Matotonan dan Seltius Sibulatnia sebagai Pj. Kepala Desa Madobag. Pengangkatan tersebut tercantum dalam Lampiran Keputusan Bupati Kepulauan Mentawai Nomor 100.3.3.2-383 Tahun 2026 tentang Pengangkatan Penjabat Kepala Desa di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai Tahun 2026.

Dalam arahannya, Bupati Rinto Wardana mengingatkan para Pj. Kepala Desa bahwa jabatan yang dipercayakan merupakan amanah sekaligus tanggung jawab besar dalam menjaga keberlangsungan pemerintahan desa, memberikan pelayanan kepada masyarakat, serta memastikan program pembangunan berjalan sesuai ketentuan.

“Jalankan amanah ini dengan baik. Utamakan kepentingan masyarakat, jaga integritas dan pastikan pelayanan pemerintahan desa tetap berjalan dengan baik. Bangun koordinasi dengan perangkat desa, BPD, tokoh masyarakat, tokoh adat dan seluruh unsur masyarakat,” ujar Rinto Wardana.

Bupati secara khusus meminta Pj. Kepala Desa Matotonan memberikan perhatian terhadap potensi budaya yang dimiliki daerah tersebut.

Menurut Rinto Wardana, Matotonan merupakan desa budaya sekaligus desa wisata adat Mentawai yang memiliki kekayaan adat dan tradisi. Salah satu identitas penting budaya Mentawai yang masih hidup di tengah masyarakat adalah keberadaan Sikerei.

Karena itu, pembangunan desa menurutnya tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga harus diarahkan pada upaya menjaga, melestarikan dan mengembangkan budaya serta adat istiadat masyarakat Matotonan.

“Matotonan ini memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Ini harus kita jaga. Desa Matotonan adalah desa wisata adat Mentawai, sehingga keberadaan budaya dan Sikerei harus diperhatikan dan dikembangkan dengan tetap menjaga nilai-nilai adat yang ada,” tegasnya.

Bupati berharap potensi budaya dan wisata adat tersebut dapat dikembangkan secara baik sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya Mentawai kepada masyarakat luas.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Rinto Wardana kembali mengingatkan seluruh Penjabat Kepala Desa agar berhati-hati dan bertanggung jawab dalam mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes), termasuk Dana Desa.

Ia menegaskan bahwa setiap anggaran yang dikelola pemerintah desa merupakan uang negara sehingga penggunaannya harus dilakukan secara transparan, sesuai ketentuan dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Saya tidak bosan-bosan mengingatkan kepada para kepala desa maupun Pj. Kepala Desa, hati-hati dalam menggunakan anggaran desa. Ikuti aturan, lakukan perencanaan dengan baik, transparan dan pastikan setiap rupiah yang digunakan benar-benar untuk kepentingan masyarakat,” ujar Bupati.

Bupati juga meminta agar pengelolaan anggaran dilakukan melalui koordinasi yang baik dengan perangkat desa dan BPD serta melibatkan masyarakat sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Menurutnya, kehati-hatian dalam mengelola anggaran sangat penting untuk mencegah terjadinya kesalahan administrasi maupun penyalahgunaan anggaran yang pada akhirnya dapat merugikan masyarakat dan pemerintah desa.

Bupati kembali menegaskan bahwa pemerintahan desa merupakan ujung tombak pelayanan pemerintah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Karena itu, setiap pejabat yang diberikan amanah harus mampu bekerja secara profesional, terbuka, berintegritas dan bertanggung jawab.

Ia mengajak seluruh masyarakat Desa Matotonan untuk bersama-sama mendukung Pj. Kepala Desa Elmelius Sabaggalet dalam menjalankan tugas, sehingga penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, pelayanan masyarakat, serta pelestarian budaya dan adat Mentawai dapat berjalan secara optimal.

Pelantikan Pj. Kepala Desa Matotonan dan Pj. Kepala Desa Madobag diharapkan memberikan kepastian terhadap keberlanjutan roda pemerintahan desa sekaligus memperkuat pelayanan publik dan pembangunan di Kecamatan Siberut Selatan. (yy.bulman)


Share