BUPATI RINTO WARDANA BUKA PERLOMBAAN HARI KEBUDAYAAN 2026, DORONG PELESTARIAN IDENTITAS BUDAYA ASLI MENTAWAI

31 October 2026 | 105 Dibaca

HUMAS PROKOPIM, MENTAWAI - Bupati Kepulauan Mentawai, Dr. Rinto Wardana,S.H., M.H secara resmi membuka perlombaan dalam rangka memeriahkan Hari Kebudayaan Tahun 2026, Kamis (29/10), bertempat di Aula Kantor Desa Sipora Jaya Km. 7, Kecamatan Sipora Utara.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menyemarakkan Hari Kebudayaan Tahun 2026 sekaligus menindaklanjuti imbauan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia melalui surat Nomor B/730/MK.KB.0300/2026 tanggal 13 Oktober 2026.

Dalam sambutannya, Bupati Rinto Wardana menyampaikan bahwa peringatan Hari Kebudayaan yang untuk pertama kalinya diselenggarakan di Kabupaten Kepulauan Mentawai menjadi momentum penting untuk memperkenalkan dan mengangkat kembali kekayaan budaya asli Mentawai.

“Ini merupakan pertama kalinya kita melaksanakan perayaan Hari Kebudayaan di Kabupaten Kepulauan Mentawai. Melalui kegiatan ini, saya berharap budaya asli Mentawai dapat semakin dikenal, tidak hanya oleh masyarakat kita sendiri, tetapi juga oleh masyarakat luas,” ujar Rinto Wardana.

Bupati menegaskan bahwa kebudayaan merupakan identitas dan jati diri masyarakat Mentawai yang harus dijaga serta diwariskan kepada generasi penerus. Menurutnya, berbagai warisan budaya seperti lagu-lagu tradisional, tarian Mentawai, kerajinan tangan, hingga aksesori adat merupakan kekayaan daerah yang memiliki nilai penting.

“Kita memiliki banyak kekayaan budaya yang menjadi ciri khas Mentawai. Ada lagu-lagu tradisional, tarian, kerajinan, serta berbagai aksesori adat yang harus terus kita jaga dan perkenalkan kepada generasi muda. Jangan sampai budaya yang menjadi identitas kita ini hilang karena perkembangan zaman,” tegasnya.

Salah satu kekayaan budaya yang turut disoroti Bupati adalah kalung Inu, yakni aksesori tradisional masyarakat Mentawai yang dibuat dari bahan rotan berukuran kecil melalui proses pengolahan hingga menghasilkan warna keunguan, kemudian dipadukan dengan kerang-kerang kecil.

Ia menyampaikan bahwa warisan budaya seperti ini perlu terus diperkenalkan agar masyarakat, khususnya generasi muda, memahami nilai dan makna yang terkandung di dalamnya.

“Salah satu contoh kekayaan budaya kita adalah kalung Inu. Ini merupakan bagian dari identitas budaya Mentawai yang perlu kita lestarikan. Kita harus mengenalkan berbagai warisan budaya ini kepada anak-anak dan generasi muda agar mereka mengetahui serta bangga terhadap budaya daerahnya sendiri,” ungkap Bupati.

Lebih lanjut, Bupati berharap pelaksanaan Hari Kebudayaan pada tahun-tahun mendatang dapat diselenggarakan dengan lebih meriah melalui berbagai perlombaan dan kegiatan yang mengangkat seni serta tradisi lokal.

“Saya berharap ke depan kegiatan seperti ini dapat kita laksanakan dengan lebih meriah, dengan melibatkan lebih banyak masyarakat dan menampilkan berbagai potensi budaya yang kita miliki. Dengan begitu, semakin banyak seni, tradisi, dan kreativitas masyarakat Mentawai yang bisa kita tampilkan dan kembangkan,” harapnya.

Melalui peringatan Hari Kebudayaan Tahun 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai berharap pelestarian budaya tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi gerakan bersama dalam menjaga warisan leluhur, memperkuat identitas daerah, serta menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap kebudayaan asli Mentawai.

Dengan demikian, kekayaan budaya Mentawai diharapkan tetap hidup, berkembang, dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.(yy,aldi)


Share